Mendekatlah Kepada Tuhan

MENDEKATLAH KEPADA TUHAN

Oleh Samson H

Nas: Yakobus 4:8

 8Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Tuhan itu penuh kemurahan dan kasih karunia, Ia tidak membiarkan manusia binasa dan membiarkannya dihancurkan kejahatan dan kebejatan hatinya. Meskipun Ia tahu manusia memiliki tabiat bedosa dan kecenderungan hati untuk berbuat dosa dan pemberontakan, Ia mengasihi manusia dan ingin menyelamatkannya agar memperoleh hidup kekal. Itulah yang diungkapkan Paulus kepada jemaat Roma, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Kasih sedemikianlah yang dibuktikan ketika Yesus Krisus datang ke dunia ini menjelma menjadi manusia. Ia datang sebagai Manusia karena hanya dengan menjadi Manusia Ia bisa menggantikan manusia dan menebusnya dari dosa dengan mati di kayu salib. Itulah sebabnya Yohanes berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoha 3:16).

Allahlah yang telah mendekatkan diri kepada Manusia terlebih dahulu ketika manusia masih hidup di dalam dosa, Ia telah menunjukkan kasihNya dengan merencanakan jalan keselamatan bagi manusia, ketika manusia belum memiliki ketertarikan dan keinginan untuk mengenal Tuhan. Allah merencanakan semua itu sebelum dunia dijadikan dan menyatakan rencana itu dalam FirmanNya agar manusia mengetahui dan mempercayainya.

Pada waktunya janji Allah digenapi dengan mengirimkan Yesus bagi manusia berdosa. Ia menawarkan pengampunan dosa dan keselamatan agar manusia memperoleh hidup kekal. Dan Allah memberitahukan bahwa keselamatan hanya bisa diperoleh melalui Yesus Kristus, juruselamat manusia. Hanya melalui Yesus manusia bisa diselamatkan. Dia mati di kayu salib untuk membayar segala dosa kita. Dia menggantikan kita di kayu salib.

Sekarang Rasul Yakobus mengundang engkau untuk datang kepada Yesus, dan berkata, “8Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.”  Allah telah menyediakan jalan keselamatan bagi manusia berdosa melalui Yesus Kristus dan Ia ingin engkau datang kepadaNya. Berdekatlah kepada Tuhan! Dia menunggu setiap orang berdosa bertobat dan datang kepadaNya. Jangan menghindar dan jangan menjauh. Engkau telah melakukan berbagai cara dalam hidup untuk mendamaikan hatimu yang penuh dosa. Engkau telah menyembah ilah-ilah lain tetapi engkau tidak mendapatkan kedamaian dan ketenangan. Engkau tidak bisa menemukan kedamaian itu di tempat lain kecuali di dalam Yesus Kristus. Mendekatlah kepada Yesus, karena Ialah jalan keselamatan. Engkau tidak bisa menyematkan dirimu sendiri. Engkau telah mencobanya, namun engkau tidak memiliki kepastian hidup. Engkau takut mati dan masuk neraka. Tetapi Yesus memberi jaminan keselamatan bagi mereka yang percaya. Datanglah kepadaNya dan jangan menjauh, maka Ia akan mendekat kepadamu. Apapun kesalahan dan dosa yang telah engkau perbaut, beritahu Yesus dan minta pengampunanNya dan Ia menantimu.

Lalu Yakobus berkata, “Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa!”  Kenapa harus mentahirkan tangan? Karena tangan adalah simbol dari segala perbuatan dan tindakan kita. Kita melakukan berbagai kegiatan dengan tangan kita. Kita berbuat banyak hal dengan tangan kita. Ini adalah tindakan yang kelihatan dan perbuatan yang kelihatan. Kitab melakukan dosa dengan tangan kita. Dan kita diperintahkan untuk menyucikan tangan kita. Kita perlu meninggalkan kejahatan dan dosa yang kamu perbuat. Jangan dibuai dengan perbuatan dosa.

Yakobus mengatakan bahwa kamu adalah orang-orang berdosa yang harus bertobat dan meninggalkan jalan dosa. Selagi ada kesempatan, datanglah kepada Yesus dan minta pengampunan karena Ia murah hati dan maha pengampun. Ia menunggumu untuk bertobat sehingga engkau memperoleh keselamatan dan hidup kekal. Engkau tidak mendapatkan hal itu dari orang, agama, cara lain tetapi hanya melalui Yesus Kristus karean Dialah satu-satunya jalan keselamatan yang olehNYa kita diselamatkan. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah 4:12). “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).

Namun Yakobus juga mengatakan selanjutnya, “sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!” Jika tangan adalah simbol dari tindakan dan perbuatan yang dari luar, maka hati melambangkan perbuatan dan tindakan yang dari dalam hati, yang tidak kelihatan, dan tidak bisa dilihat orang lain. Dosa-dosa yang engkau perbuat dalam hati, kejahatan yang kamu pikirkan, imajinasi jahat dan keji, yang tidak diketahui siapapun, engkau tahu semua itu tetapi Tuhan juga mengetahuinya dan tak satupun yang terlewat dariNya. Jika selama ini engkau sembunyikan dari semua orang, engkau merasa aman, tetapi Tuhan ingin engkau mengakuinya dihadapanNya. Sadarlah atas kesalahan dan dosa-dosamu. Bertobatlah! Karena hanya hati yang suci yang berkenan kepada Tuhan. Ia ingin engkau datang kepadaNya meminta pengampunan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu. Ia akan mengampunimu dan menyucikan hatimu karena Ia maha pengampun dan penyayang.

Jangan mendua hati. Jangan berkata, “saya mau mengikut Yesus dan percaya kepadaNya tetapi juga saya mau mengikuti ilah lain.” “Saya ingin mengikut Yesus tetapi saya juga ingin melakukan keinginan dunia ini.” Jika engkau mendua hati engkau tidak akan mendapatkan keselamatan. Engkau tidak akan pernah percaya pada Yesus. Yesus menginginkan engakau hanya menyembah dan berkenan kepadaNya.

8Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Inilah perintah bagi mereka yang menyadari dosa-dosanya dan kesengsaraannya. Bertobatlah! Ingatlah selalu bahwa engkau hanyalah ciptaan Tuhan yang Maha Agung dan Maha Kuasa. Janganlah bersikap seperti orang hebat dihadapan Tuhan. Saya tahu manusia tanpa menyadari siapa dirinya di hadapan Tuhan sering bersikap seakan-akan Tuhan itu sama seperti manusia.

Ketika mengawali pelayanan dua puluh tahun lalu, saya mengenal seorang ibu yang giat beribadah dan melayani Tuhan di berbagai kesempatan. Namun kemudian meninggalkan Tuhan dan tidak ingin menginjakkan kakinya di gereja meskipun ia masih mengklaim diri sebagai orang Kristen. Lalu suatu ketika saya mengajaknya kembali untuk beribadah dan menyembah Tuhan dan ia menjawab, “Buat apa saya harus ke gereja, Tuhan itu tidak adil. Ia membiarkan saya menderita menghadapi berbagai masalah dan membiarkan orangtua saya mati.” Jawaban itu membuat saya kaget karena ia bersikap ingin balas dendam kepada Tuhan. Karena Tuhan sudah mengizinkan berbagai masalah dalam hidupnya maka ia tidak ingin menyembah dan beribadah kepada Tuhan.

Tuhan itu tidak mengemis untuk disembah dan diagungkan. Ia tidak membutuhkan ibadah dari manusia karena para malaikat Tuhan di sorga senantiasa menyembah dan memuji serta memuliakanNya. Perintah untuk menyembah dan memuliakan Tuhan adalah untuk kebaikan manusia dan bukan karena Tuhan haus akan penyembahan dan ibadah. Ibadah yang dipersembahkan manusia seharusnya merupakan bukti cinta dan kasih manusia kepada Tuhan dan ungkapan ucapan syukur atas keselamatan kekal dan berkat-berkat serta perlindungan yang diterima dari Tuhan. Orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus saja bisa mengucapkan terima kasih kepada sesama mereka ketika menerima bantuan dan pertolongan. Maka sudah seharuslah orang percaya melakukan hal yang sama kepada Tuhan ketika menerima berkat dari Tuhan.

Sekalipun tidak memperoleh apa yang diingin dan didoakan, orang percaya harus tetap mendekatkan diri kepada Tuhan. Itulah sikap seorang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan yang sudah mengenal Tuhan Yesus serta memahami FirmanNya. Orang sedemikian sudah menyadari bahwa ia manusia berdosa yang diselamatkan oleh karena anugerah Tuhan. Namun sebagai manusia ia masih memiliki kecenderungan hati untuk hal-hal duniawi sehingga apa yang ia doakan dan inginkan juga bisa memiliki kecenderungan untuk keegoisan, kesombangan dan kemuliaan pribadi serta bertentangan dengan kehendak Tuhan. Ia sadar bahwa Tuhan mengetahui apa yang terbaik baginya dan hidupnya. Justru sebaliknya, ketika tidak menerima apa yang didoakan, itulah saatnya untuk menyelidiki hati, prilaku dan hidupnya apakah semua itu sudah berkenan kepada Tuhan atau tidak. Itulah saatnya untuk bertobat, karena kehendak manusia bukanlah kehendak Tuhan, dan rencana manusia bukanlah rencana Tuhan.

Jika seorang dokter hanya melakukan apa yang diinginkan oleh seorang pasien, maka pasien itu tidak akan pernah sembuh. Sang dokter tahu apa yang terbaik buat pasien dan ia akan melakukan apa yang bisa dilakukan demi kesembuhan pasien. Namun jika pasien terus menerus menolak tindakan dokter dan bahkan membenci sang dokter, maka pasien itu akan hidup dengan sakit penyakit hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Inilah analogi sederhana menggambarkan bagaimana Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi umatNya. Mereka harus tunduk dan taat kepada perintah Tuhan dan mendekatkan diri kepada Tuhan serta merasakan persekutuan intim dengan Yesus Kristus, Juruselamatnya.

Sudahkah mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus? Sudahkah engkau mengakui dosa-dosamu di hadapan Tuhan? Jangan menghindar, dan jangan menjauh dari Tuhan tetapi akuilah semua kesalahan dan dosa-dosamua. Ia menunggumu dan datanglah kepadaNya.