Merindukan Kedatangan Yesus Kembali

MERINDUKAN KEDATANGAN YESUS KEMBALI

Oleh Samson H

Tahu engkau bahwa kedatangan Tuhan Yesus kembali merupakan puncak penantian setiap orang percaya? Keyakinan akan kedatangan Yesus kembali bukan hanya diprediksi dalam catatan Perjanjian Baru tetapi kitab-kitab Perjanjian Lama juga sudah menyampaikan hal itu jauh sebelum kedatanganNya yang pertama kali ke dunia ini sebagai manusia. Ketadangan Yesus kedua kalinya merupakan rencana dan program Allah yang akan dinyatakan pada waktu yang ditentukan Tuhan sendiri.

Ada banyak orang merasa ragu akan janji kedatangan Yesus kedua kalinya, mengingat janji itu sudah diberikan kepada murid-murid Yesus dan juga umat Kristen mula-mula.

9Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 10Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap” (2 Petrus 3:9-10).

Alhasil mereka merakukan keabsahannya dan mempertayakan akan kebenaran janji itu. Hal seperti ini juga yang dialami oleh umat Israel ketika membaca kitab-kitab Perjanjian Lama tentang kedatangan Mesias(Kristus) untuk pertama kalinya. Mereka yang tidak beriman dan percaya pada apa yang difirmankan Tuhan diabaikan dan ditolak. Sebagai akibatnya mereka melakukan ibadah dengan sembarangan dan tanpa makna. Mereka seakan tidak mau mempercayai apa yang dicatat dalam Alkitab. Mereka akhirnya mengikuti berbagai ritual keagamaan hanya sebagai formalitas belaka. Hati mereka jauh dari itu dan apa yang mereka perbuat bertentangan dengan apa yang diperintahkan Tuhan. Sehingga pada saat Mesias datang, umat Israel tidak mengetahui dan menyadarinya. Firman Tuhan yang mencatat kedatanganNya diabaikan. Mereka baru dikagetkan ketika rombongan orang majus datang ke Istana Herodes untuk mencari Raja yang baru lahir, yaitu Kristus. Dengan berita kelahiran Raja ini, tiba-tiba istana dihebohkan dan para ahli Taurat mulai sibuk untuk mencari fakta tentang janji itu. Mereka akhirnya menemukan apa yang dicatat Nabi Mikha bahwa Bethlehem Efrata adalah tempat kelahiran Raja yang dijanjikan Tuhan (Mikha 5:2).

Meskipun para pemimpin agama pada saat itu sudah mengetahui akan janji kelahiran Mesias, mereka tidak pernah mencari tahu kebenaran kelahiran Raja itu. Hanya orang-orang majus sendiri yang sibuk mencari tempat itu dengan bantuan bintang di langit yang menunjuk arah tempat kelahiran Yesus. Herodes pun tidak turut mencari tahu fakta tersebut. Ia hanya berharap bahwa orang-orang majus itu akan datang kembali kepadanya memberitahukan tentang Raja yang baru lahir itu dan kemudian yang ia akan membunuhNya. Namun Allah melarang para orang majus itu untuk kembali ke istana Herodes setelah mengetahui tempat kelahiran Kristus. Mereka pulang ke negeri asalnya dari jalan lain.

Meskipun para ahli Taurat yang telah memberitahukan Bethlehem sebagai tempat kelahiran Raja Mesias, mereka hanya berhenti sampai di situ. Mereka tidak merasa perlu untuk datang menyembah Mesias yang dijanjikan Allah di Perjanjian Lama. Mereka tidak memiliki ketertarikan akan hal itu. Alkitab tidak mencatat bahwa ada kelompok umat Israel yang antusias dalam menyambut kedatangan kelahiran Yesus Kristus. Di dalam Alkitab dicatat hanya dua orang percaya yang diberitahukan bahwa mereka sangat menantikan pertemuannya dengan Raja Mesias. Mereka adalah Simeon dan Hana (Lukas 2:25-38). Mereka inilah yang mempercayai apa yang dicatat dalam Kitab Suci tentang kedatangan Mesias. Mereka tanpa ragu menerima sepenuhnya apa yang sudah diberitakan Tuhan dalam FirmaNya.

Jika umat Israel di masa itu sungguh-sungguh mempelajari dan mempercayai Firman Tuhan, mereka bisa mendapatkan berbagai petunjuk dari kitab-kitab Perjanjian Lama tentang suku dan tempat kelahiran Yesus. Bahkan jikalau mereka mempelajari Daniel 9:24-27 mereka bisa mendapatkan perkiraan tahun tentang kematianNya. Namun mereka tidak melakukan hal itu karena mereka selalu berpikir bahwa Mesias itu akan menjadi Raja yang akan menakhlukkan penjanjah Israel yang berkuasa saat itu yaitu kerajaan Romawi. Bagi mereka, hanya Raja Mesiaslah yang akan bisa menakhlukkan penjajah. Jadi perhatian mereka selalu ke sana dan mereka tidak memperdulikan akan detil-detil lain tentang Mesias seperti janji kedatangannya sebagai Manusia yang akan menderita dan menanggung dosa-dosa manusia.

Umat Israel mulai dari masa Tuhan Yesus hingga masa sekarag ini, selalu berusaha menghidari pembacaan Kitab Yesaya 53 yang mencatat akan penderitaan yang akan dialami Mesias ketika datang ke dunia ini. Biasanya mereka akan membaca Yesaya 52 dan kemudian melompat ke Yesaya 54. Semua ini bermula karena mereka tidak bisa menerima suatu janji tentang Mesias yang digambarkan sebagai manusia lemah yang menderita. Mereka hanya ingin menerima Mesias sesuai dengan kreteria yang mereka tentukan sendiri.

Itulah sebabnya pada saat Kristus datang sebagai Manusia, Allah melihat lebih pantas para gembala, kelompok masyarakat rendah untuk menerima berita kabar baik kelahiran Yesus Kristus. Malaikat Gabriel diutus untuk memberitakan berita kepada mereka untuk melihat Yesus yang baru lahir. Umat Israel lainnya sibuk dengan ritual keagamaannya dan mengabaikan semua janji-jani kedatangan Kristus.

Kondisi seperti itu akan terulang kembali ketika Yesus diberitahukan Firman Allah bahwa Ia akan datang kembali untuk kedua kalinya. Keadaan kerohaian orang-orang yang mengklaim sebagai orang Kristen akan persis sama seperti kondisi kerohanian umat Israel pada saat kelahiran Yesus. Pada saat itu gereja-gereja akan sibuk dengan segala program dan rencana pembangunan gedung gereja dalam mengukir nama dan kehebatan para pelayan-pelayannya. Mereka akan lupa tentang kedatangan Yesus Kristus. Mereka akan beranggapan bahwa Yesus belum akan datang dan sebagian bahkan akan berkata bahwa mereka tidak yakin Yesus akan datang kembali. Sebagai akibatnya, mereka mengabaikan kerohanian dan kehidupan kudus yang berkenan kepada Tuhan.

Jika memperhatikan apa yang dicatat tentang tujuh gereja di Asia Kecil yang dituliskan dalam Wahyu 2 dan 3, itu merupakan gambaran dari berbagai gereja-gereja di dunia di sepanjang masa. Gereja memiliki berbagai corak dan beragam program dan penekanan dalam pelayanannya tetapi banyak di antara mereka tidak akan berkenan kepada Kristus. Mereka adalah gereja-gereja yang akan dikecam Kristus.

Mari kita ambil satu contoh yaitu gereja Efesus yang dicatat dalam Wahyu 2:1-7. Untuk mempermudah memahami isi perikop itu saya melampirkannya di bawah ini.

“1Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 2Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 4Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 6Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. 7Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”

Gereja Efesus adalah gereja yang didirikan Paulus ketika ia melakukan perjalanan misi yang kedua. Ia membawa Injil ke daerah ini dengan luar biasa meskipun pada saat itu semua penduduk Efesus menganut penyembahan kepada dewi Artemis (Kisah 19:24-35). Penduduknya merupakan kelompok fanatik penyembah dewi ini dan mereka menolak penyembahan lain. Namun Allah bekerja dan memakai Paulus sehingga Injil diterima sekelompok orang di kota itu dan percaya pada Yesus Kristus.

Paulus juga sempat tinggal lama di Efesus dan mengadakan pengajaran kepada orang-orang percaya. Setelah Paulus, Timotius menjadi gembala di gereja Efesus. Surat Paulus yang ditulis kepada Timotius dikirimkan ketika saat itu Timotius sebagai gembala di gereja Efesus. Alkitab tidak mencatat berapa lama Timotius berada di sana. Mungkinkah Timotius menghabiskan hidupnya di gereja Efesus? Tidak ada yang tahu tentang hal itu.

Jika memperhatikan catatan Firman Tuhan, sepertinya Rasul Yohanes juga sempat menjadi bagian dari pelayanan gereja Efesus sebelum ia dibuang oleh kerajaan Romawi di pulau Patmos yang merupakan wilayah Efesus (Wahyu 1:9). Ia dibuang dengan maksud agar ia tidak lagi memberitakan Injil kepada penduduk di sekitarnya. Dalam keadaannya sebagai tawanan, Tuhan menyatakan rencana Agungnya kepada Yohanes. Ia justru dipakai Tuhan untuk menuliskan kitab Wahyu yaitu tentang hal-hal yang akan terjadi kemudian di bumi ini.

Jadi gereja Efesus sesungguhnya gereja yang sangat beruntung bisa dilayani oleh tiga pelayan Tuhan yang luar biasa: Paulus, Timotius dan Yohanes. Dengan kehadiran mereka ini, sesungguhnya gereja Efesus sudah sepantasnya menjadi teladan bagi gereja-gereja di sekitarnya. Mereka sudah sepantasnya mempertunjukkan kedewasaan rohani yang bisa diikuti gereja-gereja yang berdiri kemudian setelah Paulus tidak lagi bersama mereka.

Jika memperhatikan apa yang dicatat Yohanes dalam Wahyu 2:1-7, gereja Efesus digambarkan sebagia gereja yang bekerja keras dan tekun. Mereka juga merupakan gereja yang ketat dan tidak membiarkan ajaran sesat masuk ke dalamnya karena mereka menguji setiap pengajar sehingga mereka bisa menemukan siapa saja pendusta dan pengajar sesat. Mereka juga dikenal sebagai gereja yang rela menderita karena nama Kristus dan selalu giat dalam pelayanan. Namun mereka memiliki cela di hadapan Tuhan dan cela itu sendiri sangat fatal. Apa cela yang mereka miliki? Mereka telah meninggalkan kasih mula-mula yang mereka miliki sebagai umat percaya.

Dengan kata lain mereka tidak memiliki kasih lagi kepada Kristus. Mereka melakukan segala sesuatu dan kegiatan pelayanan hanya sekedar kegiatan gereja belaka. Tetapi hati mereka sesungguh tidak bersama Kristus. Apa yang dilakukan hanyalah sekedar rutinitas kegiatan gereja. Kristus tidak lagi yang memimpin mereka dan gereja itu. Mereka sangat ketat dalam doktrin tetapi hanya untuk mencatatkan nama mereka saja. Tahukah engkau bahwa Tuhan meninggalkan gereja itu sekalipun jemaat gereja Efesus masih ada saat itu? Gedung gereja (tempat berbidah) bisa saja masih berdiri tetapi Tuhan tidak hadir di tengah-tengah jemaat yang tidak mencintai Yesus. Kristus meninggalkan gereja itu hingga Efesus yang dulu dikenal  begitu hebat dan gigih hanya tinggal nama. Kota Efesus yang dikenal dengan Turki saat ini tidak lagi menjadi gereja Efesus. Tidak ada gereja yang mengagungkan Kristus tidak ditemuakn di sana. Inilah akibatnya jika umat percaya tidak memperhatikan apa yang diajarkan Kristus dan mengabaikan ajaran-ajaran kebenaran Firman Tuhan.

Harus selalu diingat bahwa apa yang dijanjikan Tuhan akan sungguh-sungguh terjadi pada waktu yang ditentukan Tuhan. Umat percaya harus sungguh-sungguh mempercayai apa yang dicatat dalam Firman Tuhan dan jangan pernah meragukannya sekalipun tidak bisa memahami kata-kata atau ayat-ayat itu dengan sempurna. Tuhan tidak akan pernah melakukan kesalahan dan ia tidak akan pernah berdusta.

Kedatangan Yesus kembali harus menjadi motivasi dan pengharapan setiap umat percaya. Kita percaya pada Yesus Kristus saat ini bukan hanya sekedar beriman dan percaya tetapi  memiliki pengharapan bahwa kita akan bertemu dengan Kristus muka dengan muka nantinya. Inilah pengharapan mulia bagi setiap orang percaya. Mungkin ada orang yang berpikir, “saya ini sudah tua dan saya sudah memiliki berbagai sakit penyakit, saya tidak akan bisa melihat Kristus datang kembali. Sia-sialah jika saya terus berharap akan kedatangan Yesus Kristus kembali.” Pemikiran ini sangat keliru. Ini pemikiran orang-orang yang tidak memahami arti kedatangan Yesus kembali.

Memang ketika Yesus datang kembali, orang-orang percaya yang masih hidup akan melihat Yesus datang di angkasa. Ini memang fakta sesungguhnya. Tetapi tahukan engkau bahwa orang percaya yang sudah meninggal di dalam Kristus akan terlebih dahulu dibangkitkan dari kubur, dan kemudian akan memiliki tubuh sorgawi? Roh orang percaya sudah ada di sorga akan dipersatukan kembali dengan tubuhnya yang dibangkitkan dari kubur dan itulah yang dikenal dengan tubuh sorgawi.

Hal yang sangat luar biasa akan terjadi pada saat Kristus datang kembali. Setelah umat percaya yang sudah mati dibangkitkan, mereka juga akan menyongsong Kristus diangkasa, dan mendahului umat percaya yang masih hidup. Coba perhatikan apa yang disampaikan Paulus kepada jemaat Tesalonika dalam 1 Tesalonika 4:14-18 berikut ini,

13“Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 14Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 15Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. 16Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. 18Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Berdasarkan ayat-ayat di atas, ada dua kejadian luar biasa terjadi ketika Yesus datang kembali yaitu pertama, umat percaya yang masih hidup akan diubahkan. Mereka tidak akan mati tetapi mereka akan diubahkan Tuhan untuk memiliki tubuh sorgawi dan pantas masuk sorga. Hal ini juga disampaikan Paulus kepada jemaat Korintus demikian,

“51Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 52dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. 53Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati” (1 Korintus 15:51-53).

Dengan tegas disampaikan bahwa umat percaya yang masih hidup akan diubahkan dalam sekejap mata. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Itu adalah pekerjaan Tuhan yang tidak bisa dipahami pikiran manusia. Umat percaya harus mempercayai hal itu karena Firman Tuhan yang memberitahukannya.

Hal kedua yang akan terjadi pada saat itu, mereka yang sudah meninggal di dalam Kristus akan dibangkitkan dan memiliki tubuh sorgawi. Sekali lagi ini adalah pekerjaan Tuhan dan bukan imajinasi manusia. Kejadian ini terjadi begitu cepat dan tidak membutuhkan waktu berjam-jam. Semua akan terjadi dalam sekejap mata. Maka yang terjadi kemudian semua orang percaya akan terangkat menyongsong Kristus di angkasa tetapi mereka yang sudah meninggalkan akan tetap mendahului mereka yang masih hidup yang telah diubahkan. Oh betapa luar biasa momen seperti ini yang akan dialami mereka yang sungguh-sungguh percaya pada Yesus Kristus! Inilah momen yang sagat membahagiakan bukan hanya karena mereka yang mati dibangkitkan dan mereka yang hidup diubahkan tetapi lebih dari itu. Mereka akan bertemu dengan Kristus muka dengan muka. Inilah pengharapan setiap orang percaya di dalam Kristus.

Yesus Berjanji Akan Datang Kembali

Jikalau engkau seorang percaya di dalam Kristus, engkau harus menyadari bahwa dunia ini bukanlah rumahmu meskipun dulunya engkau berasal dari dunia ini. Dunia ini bukan tempat abadi bagimu, tetapi hanyalah tempat semantara selagi mengenakan tubuh yang bisa binasa ini. Tuhan Yesus menyelamatkan manusia berdosa bukan untuk tetap berdiam di bumi ini, tetapi untuk mendiami sorga dimana Tuhan Yesus berada.

Sorga adalah rumah Allah Bapa, yang diperuntukkan bagi setiap orang percaya. Di sanalah nantinya ia hidup bersama orang-orang percaya lainnya untuk selama-lamanya. Sorga dan kemuliaan yang dijanjikan Allah akan menjadi kepunyaan umat percaya dan tidak ada lagi tangisan dan air mata.

“Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka” (Wahyu 7:17).

“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu” (Wahyu 21:4).

Selama masih ada di dunia ini, tangisan dan penderitaan menjadi bagian hidup setiap orang percaya. Tetapi saatnya akan tiba, di sorga yang mulia tidak ada lagi tangisan dan air mata karena Allah akan menghapus semua air mata, yang ada hanyalah sukacita dan damai sejahtera. Oleh karena itu, umat percaya senantiasa diingatkan akan janji Kristus bahwa Ia naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi mereka yang percaya kepadaNya. Pada waktu yang Tuhan tentukan Ia akan datang kembali membawa setiap umat percaya dan tinggal untuk selama-lamanya bersama-sama dengan Dia.

1Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:1-3).

Ayat-ayat di atas memberitahukan dengan tegas bahwa Yesus berjanji akan datang kembali ke bumi ini. Meskipun tidak ada yang tahu kapan saatnya Ia datang kembali, namun janjiNya tidak akan pernah dilupakan. Ia adalah Tuhan yang memegang setiap janji yang diucapkannya. Ia tidak seperti manusia yang suka mengingkari dan melupakan janji. Ia akan datang pada waktu yang telah ditentukan Tuhan sendiri.

Ketika mencoba memahami perikop di atas, dibutuhkan kehati-hatian agar tidak memberikan kesimpulan keliru. Bukan hal asing lagi bahwa ayat-ayat di atas sering disalahartikan banyak orang. Perkataan Yesus pada frasa ini “Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (ayat 2-3) sering diasumsikan bahwa alasan kenapa Yesus belum kembali ke bumi ini dikarenakan Yesus masih sedang melakukan pembangunan tempat bagi setiap pengikutNya. Pandangan seperti ini keliru. Yesus tidak melakukan pembangunan proyek di sana. Ia adalah Tuhan yang penuh kuasa. Penulis kitab Injil Yohanes juga memberitahukan bahwa, Yesus adalah Pencipta yang turut menciptakan langit, bumi dan segala isinya (Yohanes 1:3). Oleh karena itu Ia tidak membutuhkan waktu ribuan tahun untuk melakukan pembangunan tempat tinggal bagi umat percaya. Dengan menyebutkan suatu perkataan, sama seperti ketika Ia menciptakan dunia ini, Ia bisa membuat tempat tinggal bagi pengikutNya.

Ayat-ayat di atas merupakan ekspresi janji bahwa Ia naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan Ia akan datang kembali ke bumi ini untuk membawa umatNya kelak. Ia ada di sorga dan pada waktu yang ditentukan Allah Bapa, sama seperti pada kedatanganNya yang pertama, ketika genap waktunya, Ia akan datang kembali untuk menggenapi apa yang sudah dijanjikanNya. Ia dinyatakan akan datang kembali seperti pencuri, datang dengan tiba-tiba, tanpa diketahui siapapun. Oleh karena itu, setiap umat percaya diharapkan siap-sedia untuk menanti kedatanganNya kembali. Jangan ada yang terlelap atau beranggapan bahwa Yesus belum akan datang. Ia akan datang pada waktu yang tidak terduga. Apakah Yesus akan menemukan iman pada mereka yang mengklaim diri sebagai umatNya?

Yesus Akan Datang Untuk UmatNya

Firman Tuhan tidak pernah mengekspresikan suatu keraguan pada kedatangan Yesus kembali. Setiap perkataan dan janji yang diucapkan Allah dalam FirmanNya akan digenapi pada setiap iota dan titik Firman Allah. Umat percaya harus sepenuh hati menerima kebenaran Firman Tuhan. Jangan pernah ragu akan janji Kristus. Oleh karena itu, janganlah bersikap seakan Kristus tidak akan menggenapi janji-janjiNya. Janganlah bersikap seakan engkau akan hidup di dunia ini selamanya. Tuhan tidak merencanakan dunia ini sebagai tempat abadi bagi umatNya tetapi sorga mulia. Namun selagi masih hidup di dunia ini, umat percaya harus mempergunakan waktunya sebaik mungkin untuk semakin mengetahui rencana dan kehendak Allah melalui FirmanNya. Selagi masih memiliki kesempatan hidup di dunia ini, inilah kesempatan satu-satunya untuk mendapatkan keselamatan. Setelah kematian tidak ada lagi kesempatan tetapi penghakiman. Penulis Kitab Ibrani menyampaikannya demikian,

“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Oleh karena itu, ketika seseorang menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, ia memiliki jaminan keselamatan kekal dimana ia akan masuk ke sorga bersama dengan orang-orang percaya lainnya. Status seorang percaya di dunia ini berubah, yang tadinya milik dunia ini dan memiliki keinginan dunia ini, sekarang menjadi warga sorgawi dan memiliki kerinduan hidup kudus dan berkenan kepada Kristus.

Jikalau seorang percaya sadar akan statusnya di dunia ini, maka satu hal yang selalu dirindukannya adalah momen dimana ia bisa bertemu dengan Kristus muka dengan muka. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari momen seperti itu. Oleh karena itu, seorang percaya harus selalu mempersiapkan diri dalam menantikan kedatangan Kristus Yesus kembali. Ia tidak boleh lengah karena Kristus akan datang pada waktu yang tidak diduga siapapun.

Umat Percaya Harus Mempersiapkan Diri

Namun bagi seorang percaya ia akan mempersiapkan diri setiap waktu dan dengan hati yang terfokus senantiasa menantikan Kristus datang. Ia tidak akan dikagetkan kedatangan Yesus karena memang Firman Allah sudah memberitahukannya.

“Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!” (Wahyu 22:20).

Ini merupakan penegasan dari semua yang telah dijanjikan Kristus semasa pelayanan di bumi ini. Berulang kali Ia menyatakan kedatanganNya kembali. Namun pada saat Yohanes berada di Pulau Patmos, di saat Kristus memberikan Wahyu ini dan memerintahkannya untuk menuliskannya, Kristus menegaskan “Ya, Aku datang segera” (Wahyu 22:20).

Jika memang Yesus sudah memberitahukan hal ini, umat percaya harus mempersiapkan diri. Tidak ada lagi waktu untuk bersantai. Persiapkan dirimu untuk menyambut kedatangan Kristus yang engkau kasihi. Engkau tidak akan membuang-buang waktu lagi. Engkau tidak menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak membangun kerohanian dan kesiapan dalam menyambut Kristus. Segala perhatian haruslah pada Kristus. Hari-harimu akan dipenuhi dengan keindahan dan sukacita karena Firman Allah memberitahukan bahwa engkau akan bertemu dengan Juruselamatmu.

Inilah kerinduan seorang percaya bahwa ia siap menyambut Kristus datang kembali pada waktu yang telah ditentukan Tuhan. Ia mempersiapkan hatinya dengan hidup kudus, tanpa noda dan cela. Ia hidup berkenan kepada Tuhan. Tidak ada keraguan di dalam hatinya akan apa yang telah diucapkan Yesus. Ia sepenuh hati ingin bertemu dengan JuruselamatNya.

Pertanyaan penting bagimu saat ini, apakah engkau dengan sungguh-sungguh menantikan dan mengantisipasi kedatangan Kristus kembali? Apakah engkau dengan yakin akan menjadi bagian dari kerajaan sorga yang dijanjikan Tuhan bagi umatNya? Jikalau engkau sungguh yakin menjadi bagian dari momen perjumpaan Kristus dengan umat percaya, ini pertanda bahwa engkau adalah seorang percaya yang memiliki keselamatan di dalam Kristus. Hiduplah seperti yang diperintah Tuhan. Dekatkanlah dirimu kepada Kristus! Jadikanlah Firman Tuhan menjadi kesukaanmu karena Firman itulah yang akan dipakai Tuhan untuk menghibur, menguatkan dan menuntunmu ketika engkau menghadapi pergumulan dan kesulitan selama masa penantian akan kedatangan Kristus.