Respon Terhadap Dosa Di Sekitar

RESPON TERHADAP DOSA DI SEKITAR

Oleh Samson H

Sekarang ini, dosa merajalela dimana-mana dan tiada tempat tersembunyi yang tidak diterobos dosa. Dosa semakin mudah ditemukan dan dilakukan di masa modern ini. Tahukah engkau bahwa kejahatan dan dosa mengelilingimu setiap saat? Dimanapun engkau berada, di sekolah, di tempat kerja, di rumah, di tempat tidur bahkan ketika engkau duduk sendiri, dosa menghampirimu. Ia ada di sekitarmu.

Dengan perkembangan tekhnologi, dosa dan kejahatan dibawa lebih dekat kepada setiap manusia. Iblis memakai tekhnologi untuk menggoda, mempengaruhi dan menodai kehidupan umat percaya. Antara dosa dan umat percaya hanya sejauh tangan ke dalam saku dan tas mereka. Ia hadir di rumah, di mobil, di kantor dan kemanapun mereka pergi ia selalu ikut mendampingi.

Telepon Genggam

Tauhkah engkau, apa yang saya maksud? Ia adalah telepon genggam yang engkau pegang setiap saat. Bagaimana telepon genggam bisa menjadi alat Iblis untuk menghancurkan kehidupan umat percaya? Mungkin pembaca beranggapan telepon genggam sangat bermanfaat. Saya tidak menyangkalnya karena memang sangat bermanfaat dalam mendukung kegiatan sehari-hari.. Tetapi dibalik manfaat yang hebat itu, Iblis juga memakainya untuk menghancurkan kekudusan umat percaya.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Jika zaman dulu orang bersembunyi untuk mendapatkan gambar fornografi, sekarang ini ia datang melalui telepon seluler. Jika dulu, orang bersusah-susah mendapatkan video forno, sekarang ada di dalam telepon genggam setiap orang. Ia begitu dekat dan tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitar dan anggota keluarga ia tersembunyi di balik layar lelepon genggam.mu Para suami dan isteri bahkan tidak saling mengetahui apa yang ada di balik layar telepon genggam masing-masing dengan adanya fasilitas password pengaman.

Dengan kecanggihan tekhnologi sekarang ini, para pemilik telepon genggam bisa berlagak seakan segala sesuatu dalam hidupnya berjalan lancer. Mereka yang melakukan dosa melalui fornografi dan video forno tetap bersikap seakan mereka tidak melakukan dosa dan kejahatan hanya karena tidak ada yang tahu apa dilakukan. Perbuatan ini telah merajalela dalam semua lapisan masyarakat termasuk mereka yang mengklaim diri sebagai pengikut Kristus.

Dosa dan kejahatan begitu dekat, bukan hanya bagi kaum dewasa tetapi juga bagi anak-anak. Seberapa jauhkah dosa dari mereka? Hanya sejauh dua atau tiga klik saja, mereka bisa mendapatkan gambar dan video fornografi. Mungkin banyak orang berpikir, anak-anaknya hanya menonton video Youtube seakan-akan Youtube merupakan tempat selancar paling aman di dunia. Tahukah engkau bahwa Youtube sekarang ini tidak jauh berbeda dengan website video forno di Internet? Semua hal ada di Youtube dan jangan pernah berpikir bahwa Youtube tempat aman. Ingatlah ini, bahwa Youtube memuat banyak video forno.

Bagaimana dengan aplikasi permainan (games) yang didownload dari Play Store, apakah games tersebut aman bagi anak-anak? Saya harus sampaikan bahwa ada banyak permainan anak-anak yang bisa dikategorikan baik dan bermanfaat di Play Store atau Apps Store tetapi yang sering menjadi permasalahan khususnya jikalau permainan itu online, ada banyak advertisement atau iklan gratis muncul yang sering tidak mendidik bahkan tidak jarang berbau forno. Inilah yang perlu diwaspadai para orangtua ketika megijinkan anak-anaknya mengakses games online.

Anak yang suka bermain games akan kecanduan dengan games. Kebiasaan bermain games ini akan semakin terus melekat pada anak-anak hingga mereka beranjak remaja. Ketika sudah di usia remaja, pernahkah orangtua mengamati permainan apa saja yang sudah didownload di telepon genggam anak-anaknya? Sudah pasti, para orangtua kesulitan untuk mengawasinya karena telepon genggamnya dikunci dengan sandi pengaman dan orangtua tidak bisa membuka tanpa bantuan si anak.

Mungkin ada yang berargumentasi, “itu hanya film kartun”! Benar, memang kebanyakan film kartun, tetapi berhatikanlah karakter kartun itu dan bagaimana mereka berpaikan, berakting dan sebagainya. Apa kesan yang tertangkap jika memperhatikan cara berpakain para gadis kartun pemeran games itu? Mereka berpakaian hampir telanjang. Permainan yang menampilkan karakter seperti itu lambat laun akan merembes ke dalam otak anak-anak remaja. Hawa nafsu masa muda yang sedang bergejolak mendorong mereka untuk mencari tahu lebih banyak tentang fornografi dan mengklik iklan gratis yang muncul dalam permainan itu. Pikiran mereka berlahan-lahan terkontaminasi dengan segala hal yang berkaitan dengan fornografi. Semua itu akan mendatangkan pemikiran dan berahi tersendiri bagi anak-anak muda.

Sebagai akibat dari perkembangan tekhnologi, banyak kaum remaja sudah mengakses video forno melalui telepon genggamnya. Alhasil pikiran mereka sudah terkontaminasi dengan hal-hal seksual. Jika engkau memiliki anak remaja yang tidak memiliki telepon genggam pintar, bersyukurlah engkau karena anakmu tidak menghadapi godaan besar seperti yang dialami remaja pada umumnya. Namun itu juga bukan berarti ia bebas dari godaan, karena orang-orang disekitarnya bisa menyodorkan dan memperlihatkan apa yang ada di telepon genggam mereka.

Program Televisi

Bagaimana dengan program televisi yang menyiarkan film-film barat? Jikalau memperhatikan berbagai adegan dalam film, sulit bagi penonton untuk tidak terpengaruh dengan prilaku para aktor dan aktris. Dengan adanya adegan berciuman dan perselingkungan, akan menanamkan suatu pesan bagi para anak-anak dan remaja bahwa perbuatan sedemikian sesuatu yang wajar, sehingga ketika mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis, mereka juga melakukan hal yanga sama dan mereka tidak akan menganggamnya sesuatu yang salah.

Bagaimana dengan film cinema yang ditonton di bioskop? Engkau mungkin berkata, “itu film bagus yang mendidik dan memotivasi dan sebagainya.” Mungin engkau benar bahwa tidak ada yang salah dengan film yang sedang popular saat itu. Lalu bagaimana dengan iklan atau advertisment yang muncul sebelum film itu ditanyangkan? Bukankah pemilik bioskop mempromosikan film-film baru yang akan tanyang berikutnya? Apa yang ditampilkan dari film itu? Semua terfokus pada hawa nafsu dan seksual.

Bagaimana tanggapanmu terhadap semua dosa-dosa itu? Apa reaksimu terhadap perbuatan dosa yang ada di sekitarmu? Apakah jiwa dan hati nuranimu terasa sakit ketika melihat dosa dalam budaya dimana engkau berdomisili? Ketika engkau melihat dosa yang luar biasa di tempat umum, di televisi, dalam program entertainmen atau dimana saja engkau temukan, apakah engkau sungguh merasa sakit dalam jiwamu? Sebagai seorang percaya, sudah seharusnya demikian dan itu tidak bisa dianggap biasa-biasa saja. Kekudusan harus menjadi ciri khas seorang pengikut Kristus.

Kebiasan Berdosa di Masyarakat

Sebagai seorang percaya, sudah sepantasnya memiliki sikap alergi terhadap kebiasaan berdosa di sekelilingnya. Ia tidak bisa mengambaikannya lalu berkata, “tidak apa-apalah, itu sudah biasa.” Ya, memang itu sudah biasa bagi dunia ini, tetapi bukan bagi pengikut Kristus. Ingatlah selalu kekudusan dituntut dari seorang percaya. Jika seorang percaya mengabaikan perintah hidup kudus dan merasa tidak perlu memisahkan diri dari hal-hal dosa dan kebiasaan berdosa, maka lambat laun ia akan terbiasa dengan keadaan itu dan bahkan menjadi bagian dari kebiasaan itu.

Alkitab mencatat bahwa Lot sangat bodoh memilih tinggal di daerah Sodom karena ia dikelilingi dosa dan hawa nafsu orang jahat.

7Tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, 8sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa” (2 Petrus 2:7-8).

Ketika Abraham memberikan pilihan bagi Lot untuk memilih daerah yang menjadi tempat tinggalnya dan memelihara ternak, ia memililh Sodom dan Gomorrha karena terletak dekat lembah yang memiliki air dan penduduk. Ia hanya berpikir untuk bisnis meskipun pada masa itu ia sudah mengetahui penduduk Sodom dan Gomorrha sangat jahat dan berdosa. Ia tetap memilih tinggal bersama orang-orang yang suka melakukan kekecian dan memberontak kepada Tuhan.

10Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar.  —  Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. — 11Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. 12Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. 13Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN” (Kejadian 13:10-13).

Lot sebenarnya memiliki kesempatan untuk meninggalkan Sodom dan Gomorrha dan bergabung kembali dengan Abraham (Kejadian 14:2-22). Kesempatan itu terjadi pada saat adanya peperangan antara kerajaan-kerajaan di sekitar Sodom dan Gomorrha dimana Lot sempat menjadi tawanan. Namun Abraham menyelematkannya tetapi Lot tetap memilih untuk tetap tinggal di daerah itu.

Apakah Lot terpengaruh dengan prilaku penduduk setempat? Jawabannya Ya. Hal ini terbukti ketika malaikat Tuhan datang menemuinya. Penduduk setempat menginginkan Lot untuk menyerahkan para malaikat itu kepada mereka tetap Lot tidak membiarkan hal itu. Ia mencoba melindungi para malaikat itu. Numan ketika melakukan hal itu, ia mengeluarkan suatu kalimat yang tidak pantas dilakukan seorang ayah. Perhatikan perkataan Lot di bawah ini,

7Dan ia (Lot) berkata: “Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat. 8Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku” (Kejadian 19:7-8).

Ayat di atas menjelaskan bahwa Lot bersikap gila karena ingin mengorbankan dua anak perempuannya dan memberikankanya kepada manusia jahat untuk dinodai demi menyelamatkan para malaikat Tuhan itu. Ia bersikap sebagai pahlawan bagi para malaikat itu tetapi dengan merelakan anak-anaknya seakan-akan Tuhan tidak mampu melindungi malaikatNya. Namun tindakan itu mencerminkan pengaruh buruk yang sudah merembes masuk ke dalam hati Lot dan keluarganya.

Lot berbeda dengan Nuh. Nuh memiliki tiga anak laki-laki tetapi ketika Air Bah terjadi isteri-isteri mereka turut di dalam bahtera dan selamat. Namun Lot tidaklah demikian, calon suami anak-anak perempuannya tidak mau mengikuti Lot dan memilih tetap tinggal di Sodom dan Gomorrha dan akhirnya binasa. Bahkan isterinya sendiri lebih memikirkan harta kekayaan yang dimilikinya di Sodom dan Gomorrha ketimbang menaati perintah Tuhan untuk tidak menoleh ke belakang. Ia dihukum Tuhan menjadi tiang garam (Kejadian 19:26).

Dosa di sekitar pasti memiliki dampak pada kerohanian umat percaya. Seorang percaya tidak bisa mengabaikannya jika ingin hidup berkenan kepada Tuhan. Roh Allah akan memberi pengertian agar umat percaya membenci dosa dan mencintai kekudusan. Karakter kudus merupakan ciri khas umat percaya dan itu bukan pilihan. Oleh karena itu, umat percaya harus menguji hatinya apakah hatinya terasa sakit dengan dosa-dosa yang menjadi kebiasaaan dan budaya masyarat di sekitarnya? Jika hal itu sungguh engkau rasakan, itu pertanda baik bahwa engkau sudah memperoleh keselamatan karena engkau membenci apa yang dibenci Kristus. Jikalau jiwamu sama sekali tidak merasa sakit apapun dengan segala dosa di sekelilingmu, itu pertanda bahwa engkau belum diselamatkan. Engkau masih sama dengan mereka yang belum percaya kepada Kristus. Alkitab berkata bahwa orang yang belum diperbaharui (diselamatkan) adalah hamba Setan dan tidak mampu melakukan apapun untuk itu. Paulus berkata demikian,

“Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka” (Efesus 2:2).

Yesus memberitahukan bahwa mereka yang melakukan dosa adalah sungguh-sungguh hamba dosa.

“Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa” (Yohanes 8:34).

Rasul Yohanes menegaskan bahwa para pelaku dosa adalah milik Iblis.

“Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu” (1 Yohanes 3:8).

Perbuatan-perbuatan Iblis intinya menuntun orang-orang untuk melakukan dosa dan kejahatan. Iblis berusaha untuk membuat orang membenci kekudusan tetapi Kristus telah mengalahkan Iblis dan semua keinginannya. Jadi mereka yang menjadi pengikut Kristus memiliki kuasa untuk mengalahkan Iblis dan keinginannya jikalau ia hidup di dalam Kristus. Jadi siapa saja yang percaya di dalam Kristus, ia harus hidup di dalam kekudusan dan menjauhkanlah diri dari segala kejahatan dan tidak mentolerir dosa dan kejahatan, baik dalam keluarga, di tempat kerja, di sekolah dan dalam persahabatan. Jika persahabatan membuatnya semakin jauh dari Tuhan, maka ia harus meninggalkan persahabatan itu dan mencari sabahat yang mencintai Kristus dan dapat membangun kerohaiannya.

Dosa dan Penampilan Jahat (evil)

Pengaruh dosa dan kejahatan di sekitar sangat nyata. Oleh karena itu umat percaya bukan hanya diperintahkan untuk menjauhkan diri dari dosa dan kejahatan yang menjadi kebiasaan dan budaya di masyarakat. Mereka harus membenci segala dosa sudah menjadi kesukaan masyarakat umum. Itulah yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat Tesalonika.

“Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan” (1 Tesalonika 5:22).

Dalam Alkitab bahasa Inggris, penekanan lebih jelas terlihat, “Abstain from all appearance of evil” (1 Thessalonians 5:22 – KJV) yang berarti “Menjauhlah dari segala penampilan jahat.” Kenapa harus menjauhkan diri dari penampilan jahat (evil)? Jikalau umat percaya membenci dosa dan para pelaku dosa dan kejahatan maka mereka juga harus menjauhkan diri dari situasi dan keadaan yang menjadikannya sebagai sumber dosa bagi orang lain. Umat percaya tidak bisa membiarkan dirinya menjadi batu sandungan bagi pengikut Kristus lainnya. Mereka harus memiliki kesensitifan rohani sehingga mereka menjadi motivasi yang dapat membangun kerohanian orang lain.

Oleh karena itu, janganlah biarkan dirimu untuk menjadi sumber godaan bagi orang lain untuk melakukan dosa. Paulus dengan tegas mengatakan bahwa umat Kristen tidak bisa berpenampilan jahat yang dapat menggoda orang lain untuk melakukan kejahatan dan dosa. Janganlah menjadi alat Iblis untuk menggoda orang lain berimajinasi  jahat dan hawa nafsu. Engkau harus dengan sengaja dan sadar dalam berpenampilan yang tidak membuat orang lain bergairah hawa nafsunya.

Hindarilah berpakaian yang memamerkan anggota tubuhmu yang membuat orang lain berimajinasi jahat. Jangan jadikan dirimu menjadi obyek atau alat hawa nafsu orang lain. Jikalau engkau seorang wanita, peliharalah penampilan sopan dan modis. Jangan berpenampilan seperti seorang pelacur. Jangan pernah berkata, “saya tidak perduli apa yang dipikirkan orang lain dan imajinasi apa yang mereka pikirkan.” Ingatlah selalu penampilan yang jahat (evil) merupakan ekspresi hati yang jahat (evil). Jikalau hatimu memikirkan kekudusan, maka engkau juga menginginkan orang lain memiliki pemikiran kudus. Itulah ciri seorang percaya di dalam Kristus.