Persekutuan Dalam Kristus

KENANGAN PERSEKUTUAN DALAM KRISTUS

Oleh Samson H

3Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 4Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 5Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini (Filipi 1:3-5).

Sadar atau tidak, setiap manusia memiliki potensi sebagai pelaku dosa terhebat yang pernah terjadi di bumi. Ia memiliki potensi untuk membunuh, meracuni, memberontak, menghianat, memperkosa, berdusta, menggosipi, berzinah, membenci, dan menghancurkan serta menyiksa orang lain. Potensi ini dimiliki setiap orang memiliki bibit dosa di dalam dirinya yang menjadi tabiat alami setiap orang yang lahir ke dunia termasuk para pembaca dan saya. Oleh karena itu secara alami tak seorangpun yang memiliki kemampuan untuk mencari Tuhan dari dirinya sendiri. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk memiliki karakter kudus sesuai dengan standar Tuhan, meskipun dalam diri manusia ada secercah cahaya untuk takut kepada penguasa yang lebih hebat. Namun pada hakekatnya, hatinya busuk dan bobrok dan tidak pernah memiliki keinginan untuk mencari Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Inilah yang diungkapkan Paulus kepada gereja Roma,

10Seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. 11Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 12Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 13Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. 14Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, 15kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. 16Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, 17dan jalan damai tidak mereka kenal; 18rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu” (Roma 3:10-18).

Sifat-sifat di atas juga dimiliki orang-orang Filipi dan mereka tidak berbeda dengan orang-orang di berbagai daerah dan Negara dimana Paulus melayani. Dengan kuasa Injil dan Roh Kudus yang bekerja di dalam diri setiap orang yang percaya kepada Yesus, ia berubah menjadi orang yang menyenangkan Tuhan. Dalam segala aspek kehidupan ia ingin mempertunjukkan bahwa ia seorang yang sungguh-sungguh mengalami perubahan dan pembaharuan.

Paulus menyaksikan sendiri perubahan yang dialami oleh orang-orang percaya di Filipi. Bahkan perubahan itu menjadi suatu kenangan indah baginya. Semua ini terjadi karena Kristus yang mereka percayai. Persekutuan orang-orang Filipi dengan Paulus menggoreskan suatu kenangan indah yang tidak ternilai harganya sehingga Paulus senantiasa mengingat akan iman dan kesetiaan mereka kepada Kristus. Itulah sebabnya ia berkata,  “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu” (ay 3). Paulus mengingat mereka bukan karena hal-hal materi tetapi semata-mata karena kerohanian mereka yang juga dipertunjukkan dalam perbuatan dalam ketaatan mereka pada Firman Tuhan.

Suatu hal yang menggembirakan bagi jemaat Filipi ketika membaca tulisan ini mereka menyadari bahwa Paulus dipenjarakan oleh karena pemberitaan Injil. Sekalipun di penjara, ucapan syukur dan doa kepada Tuhan atas jemaat Filipi senantiasa Paulus panjatkan. Secara khusus ia mengungkapkan kesetiaan jemaat Filipi kepada Tuhan ketika ia menyampaikan, “Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini” (ay 5). Untuk bisa seperti jemaat Filipi, dituntut dedikasi, komitmen dan kesetiaan kepada Tuhan dan Injil. Sangat mudah untuk setia dan berdedikasi dalam kerohanian dan Kekristenan dalam waktu tertentu. Ada orang setia dan berdedikasi menyembah dan melayani Tuhan dalam dua atau tiga tahun. Ada yang setia hanya untuk lima tahun dan ada juga yang setiap hanya untuk sepuluh tahun. Tetapi untuk setia mulai dari hari pertama percaya kepada Yesus Kristus hingga akhir hidupnya dibutuhkan cinta dan kasih besar kepada Kristus dan Injil, itulah yang dimiliki jemaat Filipi.

Sebagai orang percaya dan pengikut Kristus, engkau pasti memiliki seseorang yang menuntunmu untuk mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus. Jika orang itu adalah orangtuamu maka engkau berasal dari keluarga yang mempercayai Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tetapi jika orang itu adalah orang lain, ia pasti sangat penting bagi karena ia menjadi seorang pemimpin rohani bagimu yang senantiasa mengajar dan membimbingmu di dalam Tuhan. Kenangan apa yang ia ingat akan kesetiaan dan dedikasimu kepada Tuhan? Engkau mungkin masih mengingat dan mengenangnya karena ia yang menuntunmu kepada Kristus, tetapi apakah ia masih memiliki kenangan rohani dan persekutuan denganmu? Ataukah ia sangat kecewa melihat dan mendengar kerohanianmu sebagia pengikut Kristus?

Dalam kehidupan keluarga, apa yang anggota keluargamu kenang akan dirimu? Apa harta dan uang yang engkau hasilkan? Ataukah kerohanianmu yang penuh dedikasi dan selalu mengingatkan mereka akan kasih Kristus? Jika harta dan uang yang engkau hasilkan dan berikan kepada anggota keluargamu yang menjadi kenangan, ingatlah bahwa hal itu tidak akan pernah menjadi kenangan karena saatnya akan tiba harta dan uang itu akan habis. Setelah engkau meninggalkan dunia ini, tak seorangpun yang akan mengenangmu. Tetapi jika engkau mempertunjukkan dedikasi dan kesetian besar kepada Kristus dan memimbing anggota keluargamu di dalam Tuhan, engkau akan selalu dikenang sebagai pemimpin rohani bagi keluarga selagi mereka masih hidup. Mereka akan merindukan masa-masa indah ketika engkau membagikan Firman Tuhan dan memimbing mereka untuk hidup di dalam Tuhan.

Hal terpenting lagi, kenangan itu akan selalu dimiliki meskipun mereka meninggalkan dunia ini. Ketika engkau ada di sorga, engkau juga mengingat kenangan persekutuan dengan orang-orang kudus yang telah menuntunmu di dalam Tuhan. Oleh karena itu, jadilah seorang Kristen sejati sehingga orang-orang sekitarmu dan juga anggota keluargamu mengenang persekutuan dan pelayananmu di dalam Kristus Yesus dan memotivasi mereka untuk semakin hidup memuliakan dan berkenan kepada Tuhan. Jadilah berkat bagi orang lain dan anggota keluargamu.