Persembahan Yang Berkenan Kepada Tuhan

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN KEPADA TUHAN

Oleh Samson H

Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya (Amsal 15:8).

The sacrifice of the wicked is an abomination to the LORD: but the prayer of the upright is his delight (Proverbs 15:8 – KJV).

Manusia memiliki berbagai pemikiran dan ide bagaimana menyenangkan orang-orang di sekitar, anggota keluarga, pimpinan di tempat kerja dan orang yang dikasihi, sekalipun ia tidak jujur dan iklas dalam melakukannya, atau bahkan memiliki maksud dan rencana terselubung yang tidak diketahui orang lain. Penampilan dan tutur kata yang diatur seperti sebuah skenaria sering menggugah orang-orang di sekitar seakan-akan orang itu iklas dan tulus melakukannya. Manusia sering berjumbahkan kepura-puraan sehingga orang lain tidak melihat sifat, prilaku, tabiat, dan kepribadian yang sesungguhnya. Manusia begitu mudah terpesona hanya dengan penampakan belaka.

Sangatlah disayangkan, dalam penyembahan kepada Tuhan, ada juga orang-orang yang melakukan hal yang sama. Itu sudah terjadi di masa kehidupan umat Israel di Perjanjian Lama dan juga di masa pelayanan Yesus. Kepura-puraan dan kemunafikan terjadi bukan hanya dikalangan umat Israel saja tetapi juga para pemimpin agama di masa itu, dan Tuhan Yesus mengutuk sikap dan prilaku itu (Matius 23:13-36).

Yesus sungguh mengecap orang-orang Farisi, Saduki, Ahli Taurat, dan para penatua Israel karena sebagai pemimpin agama sudah seharusnya menjadi teladan bagi umat Israel dan menuntun mereka ke jalan kebenaran. Namun dengan tipu-muslihat mereka memperdaya orang-orang lemah, para janda dan yatim-piatu dengan doa mereka yang panjang-panjang dan penuh kemunafikan. Maka Tuhan Yesus berkata kepada mereka,

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat (Matius 23:14; ref Markus 14:40, Lukas 20:47).

Mereka berlagak rohani dengan penampilan jubahnya dan doa yang dipanjatkan di pinggir jalan dan pasar, tetapi hati mereka busuk. Mereka hanya ingin mendapatkan rasa simpati, rasa hormat dan rasa kagum dari orang-orang yang melihatnya. Mereka tidak perduli bahwa sikap dan perilaku tersebuta menghina Tuhan. Mereka mengucapkan doa-doa tetapi telinga mereka dicondongkan pada penilaian orang-orang yang mendengarnya dan mata mereka melirik ekspresi wajah kagum dan hormat dari orang-orang yang melintas di sekitarnya. Mereka hanya ingin mendapatkan hormat, penilaian dan kemuliaan dari manusia. Mereka tidak memuliakan Tuhan dalam doa  dan prilakunya. Tuhan membenci ibadah sedemikian.

Ibadah kepada Tuhan sepatutnya adalah persembahan orang-orang percaya. Dalam ibadah terdapat berbagai aspek termasuk doa, nyanyi pujian, persembahan, ucapan syukur, perenungan Firman, ketaatan pada Firman dan banyak lagi. Dalam pelaksanaan semua kegiatan rohani ini sepatutnya orang percaya mencari kemuliaan Tuhan dan bukan rasa hormat dan kagum dari orang-orang di sekitar atau penilaian dari teman-teman dalam gereja dan persekutuan. Jika ada orang yang melakukan hal itu maka ibadah atau persembahan yang ditujukan kepada Tuhan akan menjadi kekejian di hadapan Tuhan. Tuhan muak melihat dan mendengarkan ibadah mereka.

Tuhan Membenci Persembahan Orang Fasik

Nas di atas memberitahukan bahwa Tuhan membenci persembahan orang fasik, “Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN.” “Orang fasik” di sini adalah orang yang jahat “wicked” dalam bahasa Inggris. Ini mencakup segala jenis kejahatan dan dosa yang dilakukan manusia. Ini adalah karakter orang-orang yang belum percaya dan belum mendapatkan pengampunan dari Yesus. Namun demikian, prilaku “fasik” atau “wicked” juga bisa dimiliki orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus. Mereka adalah orang-orang yang murtad, orang-orang yang tidak setia kepada Tuhan dan tidak mendekatkan diri kepada Tuhan.

Seorang pemberita Firman misalnya, jika ia berkhotbah dengan maksud mengesankan jemaat yang mendengar, ia berdosa di hadapan Tuhan. Jika ia mencari kemuliaan dari apa yang dilakukan dalam pelayanan, ia juga berdosa kepada Tuhan. Umat Kristen yang melayani Tuhan di gereja bisa saja melakukan palayanan untuk dirinya sendiri dan bukan untuk Tuhan. Semua ini adalah prilaku fasik dan jahat di hadapan Tuhan. Mereka ini akan mendapatkan cambuk dari Tuhan untuk menegur dan mengingatkan mereka akan apa yang mereka lakukan. Selama mereka hidup dalam kefasikan, Tuhan tidak akan berkenan kepada apapun yang dilakukan dalam ibadah dan penyembahan.

Dengan tegas Firman Tuhan memberitahukan bahwa semua persembahan korban (ibadah, persembahan materi, penyembahan, pelayanan di gereja, bantuan kepada orang-orang miskin, janda-janda, yatim-piatu dan pelayanan misi) yang dilakukan seorang fasik (wicked) adalah kekejian bagi Tuhan. Tuhan tidak berkenan kepada segala persembahan pelaku kejahatan. Ia membenci ibadah orang fasik dan munafik. Kehadiran mereka di rumah Tuhan menodai kesucian dan kekudusan rumah Tuhan. Orang yang miliki tangan kotor dan hati yang busuk tidak sepantasnya menjamah pelayanan suci ibadah dan Firman Tuhan, karena semua ini adalah pelayanan orang-orang Kudus. Terkecuali pelaku dosa, orang fasik (wicked) dan munafik bertobat, dan kembali ke jalan Tuhan, ibadah dan kehadirannya di rumah Tuhan merupakan kekejian di hadapan Tuhan.

Oleh karena itu jikalau engkau datang ke rumah Tuhan dan menyembahNya, pastikanlah hatimu sudah bertobat dan hati nuranimu tidak mengutukimu sebagai orang fasik (wicked). Engkau harus bertobat dan meninggalkan jalan-jalan kefasikan. Serahkan dirimu kepada Tuhan. Jangan pernah sentuh hal-hal kudus dalam penyembahan ketika engkau masih belum mendapatkan pengudusan dan penyucian dari Tuhan. Jika engkau melakukan itu, maka engkau melemahkan umat percaya yang melayani Tuhan dan melakukan peperangan rohani dalam pelayanan gereja Kristus. Engkau akan sama seperti Akhan dalam Yosua 7:1-26 yang menyembunyikan barang jarahan di kemahnya sekalipun hal itu sudah dilarang. Karena perbuatannya umat Israel mengalami kekalahan di AI. Tuhan memberitahukan Yosua bahwa kekalahan itu terjadi karena ada dosa di perkemahan umat Israel yaitu di kemah Akhan. Dosa seorang pelayan di rumah Tuhan akan melemahkan pelayanan itu untuk mencapai tujuan yang ditetapkan Tuhan. Layanilah Tuhan dengan kekudusan dan dengan tangan yang bersih dan hati yang suci (Yakobus 4:8).

Tuhan Berkenan Kepada Doa Orang Jujur

Bagian kedua dari nas di atas memberitahukan bahwa “doa orang jujur dikenan-Nya.” Namun perhatikan juga kata sambung “tetapi” di antara kedua kalimat dalam ayat tersebut. Kata “tetapi” memberikan suatu “kontras” antara pernyataan pertama dengan pernyataan kedua. Apa yang disampaikan dalam pernyataan kedua merupakan kebalikan dari apa yang disampaikan dalami pernyataan pertama.

Cobalah perhatikan kembali nas ini, “Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya” (Amsal 15:8).” “Korban” adalah suatu persembahan yang dipersembahkan kepada Tuhan, suatu aturan yang ditetapkan di Perjanjian Lama. Kegiatan membawa persembahan korban merupakan suatu ibadah bagi umat percaya, yang dilakukan oleh mereka yang bertobat. Namun kebiasaan membawa persembahan korban di Perjanjian Lama juga sering disalahgunakan oleh para pemimpin agama di masa itu. Banyak mereka menyalahi aturan-aturan baku yang sudah ditetapkan Tuhan dalam FirmanNya. Mereka membawa korban yang buta dan pincang dan bukan membawa korban terbaik sebagaimana diatur dalam Firman Tuhan (Imamat 22:22). Dan seperti itu jugalah yang dilakukan oleh orang-orang fasik. Mereka membawa korban persembahan mereka ke gereja berupa uang dan lainnya, tetapi semua itu merupakan hasil kejahatan dan penipuan. Persembahan sedemikian adalah kekejian bagi Tuhan.

Frasa selanjutnya memberitahukan bahwa “doa” adalah juga merupakan “korban” yang dipersembahkan seorang percaya kepada Tuhan. Meskipun “doa” bukanlah materi yang bisa dilihat dan diraba, doa juga bisa disalahgunakan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dan para pemimpin agama Yahudi di masa pelayanan Yesus. Dengan berdoa panjang-panjang, dimaksudkan untuk mengesankan orang banyak yang mendengarnya, mereka pikir cara berdoa seperti itu akan mengesankan Tuhan. Itu adalah kekejian di hadapan Tuhan. Maka nas di atas menegaskan bahwa doa orang jujur (upright) adalah kesukaan (delight) Tuhan.

“Orang jujur” di sini bukan semata-mata jujur dalam saat berdoa, mengutarakan apa yang ada di dalam hati, tetapi lebih pada prilaku jujur dalam hidup, yang tidak menyukai kejahatan dan kebohongan. Ia sangat upright (bersih dalam hati nuraninya). Dengan kata lain, ia jujur di hadapan Tuhan sebagai orang-orang yang sudah mendapatkan pembenaran dari Tuhan. Ia datang kepada Tuhan seperti seorang hamba yang tidak melakukan kesalahan dan kekeliruan. Pemazmur memberitahukan jika seorang benar (righteous) datang kepada Tuhan maka Tuhan dengan senang hati mencondongkan teligaNya untuk mendengarkannya.

Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong” Mamzur 34:16; cf 1 Petrus 3:12).

Oleh karena itu, ketika engkau menghampiri Tuhan dalam doa dan ibadah, janganlah menghamipiriNya dengan kekejian dan kemunafikan, seakan-akan Tuhan tidak mengetahui segala perbuatanmu. Tuhan itu bukanlah patung buatan manusia yang bisa ditipu oleh manusia. Inilah yang disampaikan Pemazmur,

4Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 5mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, 6mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, 7mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. 8Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya (Mamur 115:4-8).

Meskipun umat Kristen mempercayai bahwa Tuhan itu adalah Tuhan yang hidup, namun dalam kenyataannya, ketika mereka menghampiri Tuhan sering tidak menyadari bahwa Tuhan itu Mahatahu, mengetahui segala prilaku dan pikirian mereka. Mereka masih bersikap berpura-pura, datang ke gereja dengan tangan kotor tanpa pertobatan. Ingatlah selalu, bahwa Tuhan membenci penyembahan orang-orang fasik. Bisakah engkau berkata jujur di hadapan Tuhan bahwa engkau bukanlah orang fasik? Selidikilah hatimu di hadapan Tuhan.